MATERI HAL 59-60

     

MATERI HAL 59-60


Macam-Macam Routing Protocol


1. RIP ( Routing Information Protocol )

        Routing Information Protocol ( RIP ) adalah protocol routing distance vector yang menggunakan hitungan lompatan dalam pengukurannya. RIP merupakan salah satu implementasi dynamic routing protocol. RIP memiliki sifat mudah di implementasikan dan berstandar terbuka sehingga RIP banyak digunakan di banyak jaringan dunia. 

Karakteristik RIP sebagai berikut .

a. RIP termasuk protokol routing berjenis distance vector.

b. Pembaruan routing dilakukan  secara broadcast setiap 30 detik.

c. RIP memiliki Administrative Distance ( AD ) sebesar 120.

d. RIP menggunakan jumlah lompatan ( hop count ) sebagai metrik untuk menentukan jalur terbaik.

e. Jaringan dengan hop count yang lebih dari 15 dianggap sebagai unreachable network ( jaringan yang 

    tidak terjangkau ) dan paket akan dibuang.

Kelebihan RIP sebagai berikut

a. Menggunakan metode Triggered Update.

b .RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.

c. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).

d. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

Selain itu , RIP juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut.

a. Jumlah host Terbatas

b. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.

c. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).

d. Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

RIP akan mengirimkan pesan pembaruan routing pada interval waktu tertentu secara reguler termasuk perubahan-perubahan pada entrinya, sehingga tabel routing akan selalu memiliki data terbaru. Setelah melakukan pembaruan pada tabel routing, router tersebut akan segera memulai transmisi updating ke seluruh router jaringan. pembaruan ini sama sekali tidak tergantung dengan pembaruan secara reguler yang dilakukan. 

Untuk mencegah kasus menghitung sampai tak terhingga, RIP menggunakan metode triggeret update. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut

a. RIP versi 1 ( v1 ) 

    RIP yang didefinisikan dalam RFC-1058 ini menggunakan metrik antara 1 dan 15, sedangkan 16 dianggap sebagai tak terhingga

Setiap host yang menjalankan RIP v1 minimal memiliki tabel routing berisi informasi beriku.

1. IP Address tujuan ( host, subnet , network, atau rute default ) .

2. IP Address router yang perlu dilalui .

3. Beberapa timer ( petunjuk waktu )  .

4. Sebuah tanda untuk menunjukan apakah rute baru saja berubah.

Komentar