MERK ROUTER
MACAM-MACAM ROUTER
1. Router D-Link
Rentang Harga: Rp 130.000 – Rp 1.099.000
2. Router Netgear
Rentang Harga: Rp 88.000 – Rp 6.940.000
Kelebihan:
- Mudah digunakan
- Desain menarik, termasuk desain untuk antena eksternal
- Fitur lengkap
- Suhu operasi tidak tinggi
Kekurangan:
- Pemasangan antena mungkin sedikit sulit untuk pengguna dengan jari yang besar
Rentang Harga: Rp 131.800 – Rp 1.210.000
Kelebihan :
Produk unggulan Router WiFi Tenda mendukung standar WiFi 802.11 ac generasi ke 5 dan kecepatan dual band hingga 1167 Mbps! Router.WiFi Tenda ini juga memiliki kemampuan WiFi menembus dinding dua kali lebih baik dibanding router pada umumnya.
Kekurangan :
1.Belum tersedia bahasa Indonesia
2.Tidak support VPN
4. Router TP-Link
Rentang Harga: Rp 139.000 – Rp 6.150.000
Kelebihan :
Untuk router dengan harga 150ribuan, Tentunya kelebihan TP-Link WR840n ini bisa dibilang masih standar umumnya router di kelas harga ini yakni pada settingan yang mudah, pilihan mode yang lumayan lengkap, desain yang berbeda dari kebanyakan router murah, dan memiliki jangkauan yang terbilang cukup kuat dan luas.
kekurangan :
Masih sama dengan kebanyakan router dibawah 200 ribuan dimana untuk sambungan internet non WiFi hanya mengandalkan konektifitas WAN.
5. Router Totolink
Rentang Harga: Rp 139.000 – Rp 310.000
Kelebihan :
totolink cp300 ini, kalau menurut saya di lapangan tentu cukup baik dengan jarak 30 meter di ketinggian 5 meter tanpa halangan gedung. kualitas video call atau live streaming masih bagus. untuk streaming di youtube bahkan video yang kualitas HD sekalipun di youtube dengan Bandwith kecepatan 15Mbps sangat lumayan bagus. jarak tersebut hanya menggunakan smartphone sebagai akses point. untuk bermain games smartphone, saya kira tidak di anjurkan dengan jarak 30-50 meter di ketinggian 5-25 meter. bagusnya untuk games smartphone seperti Mobile Legends Bang-Bang dan sebagainya lebih bagusnya jarak 5 meter dari ketinggian 2-5 meter. untuk bar signal di smartphone sangat bagus.
Kekurangan :
Semakin tingginya totolink cp300 di pipa atau di tower, semakin kualitas kecepatan download dan upload performanya menurun. terkecuali menggunakan totolink cp300 kembali di sisi pelanggan dengan mode sebagai CLIENT atau WISP di ketinggian 15-25 meter dengan jarak kurang lebih 1 kilometer tanpa halangan apapun. untuk penangkapan ke smartphone dengan ketinggian dan jarak tersebut sangat tidak di anjurkan. selain itu jika kita menggunakan mode REPEATER dengan 1 perangkat totolink cp300, nanti di lapangan tidak bagus untuk hotspot antara SSID pusat dengan SSID REPEATER di titik pelanggan dengan jarak 1 kilometer.





Komentar
Posting Komentar